BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sebuah proses pembelajaran mutlak diperlukan
adanya sebuah strategi pembelajaran. Hal ini di maksudkan agar pembelajaran
tidak berlangsung seadanya. Pembelajaran haruslah berlangsung dengan terencana.
Dampak intruksional dan dampak pengiringnya harus sudah dapat terproyeksikan
sebelumnya. Salah satu pembelajaran yang belakangan ini mencuat, dan di akui
sebagai strategi pembelajaran yang inovatif serta dapat menjadi solusi atas
kemonotonan pembelajaran di kelas adalah strategi pembelajaran PAIKEM.
Penerapan PAIKEM di latarbelakangi oleh
kenyataan bahwa model pembelajaran selama berlangsung ini cenderung membuat
siswa merasa malas dan bosan dalam belajar, dimana siswa hanya duduk pasif
mendengarkan guru berceramah, tanpa memberikan reaksi apapun kecuali mencatat
dibuku tulis atas apa yang diucapkan oleh guru mereka. Hal ini berakibat pada
kurang optimalnya penguasaan materi pada diri peserta didik.
B.
Rumusan Masalah
Dalam pembahasan makalah ini kami akan memfokuskan pada beberapa masalah
dibawah ini:
1. Apa yang dimaksud konsep
PAKEM?
2. Apa yang harus
diperhatikan dalam pelaksanaan PAKEM?
3. Bagaimana pelaksanaan
PAKEM di kelas?
4. Apa kelebihan dan
kekurangan PAKEM?
C. Metode Penulisan Makalah
Metode penulisan yang penulis gunakan dalam menyusun makalah ini
adalah library research, yakni penelitian dari
berbagai literatur-literatur baik yang bersumber dari buku-buku
perpustakaan maupun dari jaringan internet.
D.
Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Sebagai pemenuhan tugas terstruktur mata kuliah Ilmu Pendidikan
Islm pada Fakultas Tarbiyah (Matematika) Semester III Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Mataram Tahun 2012.
2.
Sebagai inisiatif dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan
berdasarkan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki didukung oleh
literatur relevan dan orang-orang yang kompeten di bidangnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pembelajaran
PAIKEM
Pembelajaran PAIKEM adalah sebuah
pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk mengerjakan kegiatan yang
beragam dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pemahamannya, dengan
penekanan peserta didik belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan
berbagai sumber dan alat bantu belajar (termasuk pemanfaatan lingkungan),
supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.
Pendekatan PAIKEM sebagai sebuah strategi
pembelajaran, memiliki 5 kriteria yang bisa dipaparkan sebagai berikut[1]
:
Baik Pendekatan Cara belajar siswa aktif
(CBSA) maupun pendekatan Keterampilan Proses (PKP), sangat mengutamakan tingkat
keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Suasana
pembelajaran aktif dapat memberikan atmosfer berbeda di dalam ruang kelas.
Sementara itu pembelajaran yang pasif dapat menimbulkan suasana pembelajaran
yang monotan dan menjemukan, karena satu-satunya sumberasan. pengetahuan
dikelas adalah guru.
Hal yang paling utama yang menjadi keaktifan
siswa di dalam kelas adalah munculnya rasa ingin tahu, ketertarikan dan minat
siswa terhadap hal yang sedang dipelajari. Untuk itu, melalui berbagi teknik
dan metode, guru harus berusaha sebisa mungkin untuk menciptakan suasana
sedemikian rupa guna memicu rasa kepenasaran siswa aktif bertanya,
mempertanyakan mengemukakan gagasan.
2.
Pembelajaran Inovatif
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi
dari model pembelajaran menyenangkan yang bisa membuat siswa terbebas
dari kejenuhan-kejenuhan pembelajaran. Model pembelajaran inovatif
ini tentunya berbeda jauh dari model pembelajaran konvensional yang memang
sudah menjadi kebiasaan dalam pembelajaran. Guru mencoba untuk menanamkan
pemikiran "Learning is fun" kepada semua peserta didiknya
yang merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa
sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di
kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan,
keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
3.
Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran kreatif menekankan pada
pengembangan kreatifitas, baik pengembangan kemampuan imajinasi dan daya cipta
(mengarang, membuat kerajinan tangan, mempraktekkan kesenian dll). maupun
pengembangan kemampuan berpikir kreatif. Pengembangan kemampuan
berpikir kreatif haruslah seimbang dengan kemampuan berpikir rasional logis.
Bagi siswa, pengembangan kemampuan berpikir
kretaif melalui pembelajaran kreatif, akan menjadi bekal yang sangat berharga
untuk menghadapi tantangan dan permasalahan di masa depan, yang tentunya akan berubah
seiring perubahan zaman dan peradaban.
4.
Pembelajaran Efektif
Aspek efektifitas pembelajaran merupakan
kriteria penting dalam setiap pembelajaran. Suatu pembelajaran disebut efektif
manakala pembelajaran tersebut telah mencapai tujuan pendidikan. Tujuan yang
diinginkan dalam pembelajaran itu mencakup pada penguasaan IPTEKS sebagai bahan
ajar, pembentukan keterampilan atau kemampuan belajar yang lebih efektif dan
efisien (belajar mengenai bagaimana cara belajar), bahkan pembentukan kemampuan
meta-kognisi (kemampuan pengendalian proses kognitif itu sendiri).
5.
Pembelajaran
Menyenangkan
Pembelajaran menyenangkan merupakan
pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga memberikan susana penuh
keceriaan, menyenangkan, dan yang paling utama, tidak membosankan, peserta
didik. Suasana seperti itu akan membuat peserta didik bisa lebih terfokus pada
kegiatan belajar-mengajar dikelasnya, sehingga curah perhatiannya akan lebih
tinggi. Tingginya tingkat curah perhatian tersebut, akan meningkatkan hasil
belajar.
Kesenangan belajar bukan hanya karena
lingkungan belajar yang menggairahkan, tetapi juga karena terpenuhinya hasrat
ingin tahu (need achievement) peserta didik. Pembelajaran
menyenangkan memerlukan dukungan pengelolaan kelas serta penggunaan media
pembelajaran alat bantu dan atau sumber belajar yang tepat.
B.
Prinsip-Prinsip PAIKEM Dalam Pembelajaran
1.
Mengalami : Peserta didik terlibat secara
aktif baik fisik, mental maupun emosional. Melalui pengalaman langsung
pembelajaran akan lebih memberi makna kepada siswa dari pada hanya
mendengarkan;
2.
Komunikasi : Kegiatan pembelajaran
memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta didik;
3.
Interaksi : Kegiatan pembelajarannya
memungkinkan terjadinya interaksi multi arah.
4. Refleksi
: Kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa
yang telah dilakukan. Proses refleksi sangat perlu dilakukan untuk mengetahui
sejauh mana ketercapaian proses pembelajaran.
C.
Landasan Teoritis Strategi Pembelajaran
PAIKEM
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan
lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada tempat
dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan
dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan
pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan
konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya
akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa
manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan
diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang
melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.
Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan
merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan
populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan
lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan
sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat
dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap
cinta lingkungan.
Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat
dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret.
Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat
terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya.
Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar
untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning
to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together
(belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan
pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru[3].
D.
Penerapan Strategi PAIKEM Dalam Proses
Pembelajaran
1. Siswa
terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan
mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru
menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat,
termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan
pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru
mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik
dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru
menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara
belajar kelompok.
5.
Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya
sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan
melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang
terjadi selama KBM atau pembelajaran di kelas. Pada saat yang sama, gambaran
tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan
keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan
kemampuan guru yang bersesuaian.
E.
Kelebihan/keungulan model PAIKEM.
Adapun Kelebihan dalam pembelajaran
PAIKEM, yaitu[5]
:
- Dalam
paikem siswa belajar bekerja sama
- Paikem
mendorong siswa menghasilkan karya kreatif
- Paikem
mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses
- Paikem
menghargai potensi semua siswa
- Program
untuk meningkatkat paikem disekolah harus ditingkatkan kuantitas dan
kualitasnya
F.
Kekurangan/kelemahan model PAIKEM
Adapun Kelebihan dalam pembelajaran
PAIKEM, yaitu [6]
:
- Perbedaan
individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki / perempuan,
pintar/kurang pintar, social, ekonomi tinggi/rendah
- Pengelompokan
siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk, kegiatan yang dilakukan
siswa sering kali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar.
- Guru
belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran paikem yang baik.
- Pajangan
sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam.
- Pembelajaran
masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar
pertanyaanya bersifat tertutup
KESIMPULAN
A.
KESIMPULAN
1.
Yang di maksud dengan Pembelajaran PAIKEM
adalah sebuah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk mengerjakan
kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pemahamannya,
dengan penekanan peserta didik belajar sambil bekerja.
2.
Prinsip-prinsip pembelajaran PAIKEM antara
lain: Mengalami, Komunikasi, Interaksi,
Refleksi.
3. Cara
menerapkan PAIKEM Dalam Proses Pembelajaran adalah dengan melihat berbagai kegiatan
yang terjadi selama KBM atau pembelajaran di kelas. Pada saat yang sama,
gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk
menciptakan keadaan tersebut.
B.
SARAN
1. Bagi guru
Pada
dasarnya guru sudah banayak yang mengetahui tentang konsep PAKEM, tetapi dalam
penerapannya masih banyak kendala. Disinilah dibutuhkan kemauan dan motivasi
yang kuat dari guru untuk menerapkan PAKEM didalam proses pembelajaran. Karena
metode pembelajaran PAKEM ini akan menyelamatkan peserta didik dari pembelajaranyang
membosankan.
2. Bagi pemerintah
Sebaiknya
pemerintah banyak melakukan pelatihan dan seminar tentang metode pakem ini
kepada guru-guru di eluruh Indonesia. Serta memenuhi sarana dan pasarana
sekolah-sekolah yang ada di daerah.
DAFTAR PUSTAKA
Dra.
Masitoh, M.pd & Laksmi De
wi, M.pd. Strategi Pembelajaran, (Direktorat Jenderal Pendidikan
Islam Departemen Agama Republik Indonesia., Jakarta Pusat 2009).
http://rumahkeduadesi.blogspot.com/2012/07/makalah-model-pakem-dalam-pembelajaran.html.
diakses tanggal 15 Desember 2013
Oemar Hamalik. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. (Bumi
Aksara.Jakarta:2005).
Purwanti. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar dan
Metodologi Pengajaran. (Tarsito Bandung : 2004)
Umaedi.
Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis
Sekolah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Directorate Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menegah, Directorate Pendidikan Menengah Umum. Indonesia,
( Jakarta. 1999).
[1] Umaedi. Manajemen Peningkatan
Mutu Berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Directorate
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah, Directorate Pendidikan Menengah Umum.
Indonesia, ( Jakarta. 1999). Hal. 261
[2] Dra. Masitoh, M.pd & Laksmi De wi, M.pd. Strategi Pembelajaran, (Direktorat
Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia., Jakarta Pusat
2009). Hal. 64
[3]Oemar Hamalik. Perencanaan Pengajaran
Berdasarkan Pendekatan Sistem. Aksara.Jakarta: 2005Bumi . hal.32
[4] Purwanti. Pengantar
Interaksi Belajar Mengajar dan Metodologi Pengajaran. Tarsito ,Bandung :
2004. Hal. 176
Tidak ada komentar:
Posting Komentar