Rabu, 18 Desember 2013

Makalah Strategi Pembelajaran Aktif

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sebuah proses pembelajaran mutlak diperlukan adanya sebuah strategi pembelajaran. Hal ini di maksudkan agar pembelajaran tidak berlangsung seadanya. Pembelajaran haruslah berlangsung dengan terencana. Dampak intruksional dan dampak pengiringnya harus sudah dapat terproyeksikan sebelumnya. Salah satu pembelajaran yang belakangan ini mencuat, dan di akui sebagai strategi pembelajaran yang inovatif serta dapat menjadi solusi atas kemonotonan pembelajaran di kelas adalah strategi pembelajaran PAIKEM.  
Penerapan PAIKEM di latarbelakangi oleh kenyataan bahwa model pembelajaran selama berlangsung ini cenderung membuat siswa merasa malas dan bosan dalam belajar, dimana siswa hanya duduk pasif mendengarkan guru berceramah, tanpa memberikan reaksi apapun kecuali mencatat dibuku tulis atas apa yang diucapkan oleh guru mereka. Hal ini berakibat pada kurang optimalnya penguasaan materi pada diri peserta didik. 
B.     Rumusan Masalah
            Dalam pembahasan makalah ini kami akan memfokuskan pada beberapa masalah dibawah ini:
1.      Apa yang dimaksud konsep PAKEM?
2.      Apa yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan PAKEM?
3.      Bagaimana pelaksanaan PAKEM di kelas?
4.      Apa kelebihan dan kekurangan PAKEM?
C.    Metode Penulisan Makalah
Metode penulisan yang penulis gunakan dalam menyusun makalah ini adalah library research, yakni penelitian dari berbagai literatur-literatur baik yang bersumber dari buku-buku perpustakaan maupun dari jaringan internet.
D.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai pemenuhan tugas terstruktur mata kuliah Ilmu Pendidikan Islm pada Fakultas Tarbiyah (Matematika) Semester III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram Tahun 2012.
2.      Sebagai inisiatif dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan berdasarkan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki didukung oleh literatur relevan dan orang-orang yang kompeten di bidangnya.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pembelajaran PAIKEM
Pembelajaran PAIKEM adalah sebuah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk mengerjakan kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pemahamannya, dengan penekanan peserta didik belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar (termasuk pemanfaatan lingkungan), supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.
Pendekatan PAIKEM sebagai sebuah strategi pembelajaran, memiliki 5 kriteria yang bisa dipaparkan sebagai berikut[1] :
1.      Pembelajaran Aktif
Baik Pendekatan Cara belajar siswa aktif (CBSA) maupun pendekatan Keterampilan Proses (PKP), sangat mengutamakan tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Suasana pembelajaran aktif dapat memberikan atmosfer berbeda di dalam ruang kelas. Sementara itu pembelajaran yang pasif dapat menimbulkan suasana pembelajaran yang monotan dan menjemukan, karena satu-satunya sumberasan.  pengetahuan dikelas adalah guru.
Hal yang paling utama yang menjadi keaktifan siswa di dalam kelas adalah munculnya rasa ingin tahu, ketertarikan dan minat siswa terhadap hal yang sedang dipelajari. Untuk itu, melalui berbagi teknik dan metode, guru harus berusaha sebisa mungkin untuk menciptakan suasana sedemikian rupa guna memicu rasa kepenasaran siswa aktif bertanya, mempertanyakan mengemukakan gagasan.
2.   Pembelajaran Inovatif
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran  menyenangkan yang bisa membuat siswa terbebas dari kejenuhan-kejenuhan pembelajaran. Model pembelajaran inovatif ini tentunya berbeda jauh dari model pembelajaran konvensional yang memang sudah menjadi kebiasaan dalam pembelajaran. Guru mencoba untuk menanamkan pemikiran   "Learning is fun" kepada semua peserta didiknya yang merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
3.      Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran kreatif menekankan pada pengembangan kreatifitas, baik pengembangan kemampuan imajinasi dan daya cipta (mengarang, membuat kerajinan tangan, mempraktekkan kesenian dll). maupun pengembangan kemampuan berpikir kreatif. Pengembangan kemampuan berpikir kreatif haruslah seimbang dengan kemampuan berpikir rasional logis.
Bagi siswa, pengembangan kemampuan berpikir kretaif melalui pembelajaran kreatif, akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk menghadapi tantangan dan permasalahan di masa depan, yang tentunya akan berubah seiring perubahan zaman dan peradaban.
4.      Pembelajaran Efektif
Aspek efektifitas pembelajaran merupakan kriteria penting dalam setiap pembelajaran. Suatu pembelajaran disebut efektif manakala pembelajaran tersebut telah mencapai tujuan pendidikan. Tujuan yang diinginkan dalam pembelajaran itu mencakup pada penguasaan IPTEKS sebagai bahan ajar, pembentukan keterampilan atau kemampuan belajar yang lebih efektif dan efisien (belajar mengenai bagaimana cara belajar), bahkan pembentukan kemampuan meta-kognisi (kemampuan pengendalian proses kognitif itu sendiri).
5.      Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran menyenangkan merupakan pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga memberikan susana penuh keceriaan, menyenangkan, dan yang paling utama, tidak membosankan, peserta didik. Suasana seperti itu akan membuat peserta didik bisa lebih terfokus pada kegiatan belajar-mengajar dikelasnya, sehingga curah perhatiannya akan lebih tinggi. Tingginya tingkat curah perhatian tersebut, akan meningkatkan hasil belajar.
Kesenangan belajar bukan hanya karena lingkungan belajar yang menggairahkan, tetapi juga karena terpenuhinya hasrat ingin tahu (need achievement) peserta didik. Pembelajaran menyenangkan memerlukan dukungan pengelolaan kelas serta penggunaan media pembelajaran alat bantu dan atau sumber belajar yang tepat.
B.     Prinsip-Prinsip PAIKEM Dalam Pembelajaran
Prinsip-prinsip pembelajaran PAIKEM antara lain[2]:
1.      Mengalami : Peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional. Melalui pengalaman langsung pembelajaran akan lebih memberi makna kepada siswa dari pada hanya mendengarkan;
2.      Komunikasi : Kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta didik;
3.      Interaksi : Kegiatan pembelajarannya memungkinkan terjadinya interaksi multi arah.
4.      Refleksi : Kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan. Proses refleksi sangat perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian proses pembelajaran.

C.    Landasan Teoritis Strategi Pembelajaran PAIKEM
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada tempat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.
Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan.
Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru[3].
D.    Penerapan Strategi PAIKEM Dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut[4]:
1.      Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2.      Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3.      Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4.      Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5.      Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM atau pembelajaran di kelas. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang bersesuaian.
E.     Kelebihan/keungulan model PAIKEM.
Adapun Kelebihan dalam pembelajaran PAIKEM, yaitu[5] :
  1. Dalam paikem siswa belajar bekerja sama
  2. Paikem mendorong siswa menghasilkan karya kreatif
  3. Paikem mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses
  4. Paikem menghargai potensi semua siswa
  5. Program untuk meningkatkat paikem disekolah harus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya
F.     Kekurangan/kelemahan model PAIKEM
Adapun Kelebihan dalam pembelajaran PAIKEM, yaitu [6] :
  1. Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki / perempuan, pintar/kurang pintar, social, ekonomi tinggi/rendah
  2. Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk, kegiatan yang dilakukan siswa sering kali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar.
  3. Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran paikem yang baik.
  4. Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam.
  5. Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaanya bersifat tertutup















BAB III
KESIMPULAN

A.    KESIMPULAN           
1.      Yang di maksud dengan Pembelajaran PAIKEM  adalah sebuah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk mengerjakan kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pemahamannya, dengan penekanan peserta didik belajar sambil bekerja.
2.      Prinsip-prinsip pembelajaran PAIKEM antara lain: Mengalami, Komunikasi, Interaksi, Refleksi.
3.      Cara menerapkan PAIKEM Dalam Proses Pembelajaran adalah dengan melihat berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM atau pembelajaran di kelas. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.
B.     SARAN
1.      Bagi guru
Pada dasarnya guru sudah banayak yang mengetahui tentang konsep PAKEM, tetapi dalam penerapannya masih banyak kendala. Disinilah dibutuhkan kemauan dan motivasi yang kuat dari guru untuk menerapkan PAKEM didalam proses pembelajaran. Karena metode pembelajaran PAKEM ini akan menyelamatkan peserta didik dari pembelajaranyang membosankan.
2.      Bagi pemerintah
Sebaiknya pemerintah banyak melakukan pelatihan dan seminar tentang metode pakem ini kepada guru-guru di eluruh Indonesia. Serta memenuhi sarana dan pasarana sekolah-sekolah yang ada di daerah.



































DAFTAR PUSTAKA


Dra. Masitoh, M.pd & Laksmi De wi, M.pd. Strategi Pembelajaran, (Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia., Jakarta Pusat 2009). 


Oemar Hamalik. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. (Bumi Aksara.Jakarta:2005).

Purwanti. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar dan Metodologi Pengajaran. (Tarsito Bandung : 2004)

Umaedi.  Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah, Directorate Pendidikan Menengah Umum. Indonesia, ( Jakarta. 1999).






[1] Umaedi.  Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah, Directorate Pendidikan Menengah Umum. Indonesia, ( Jakarta. 1999). Hal. 261
[2] Dra. Masitoh, M.pd & Laksmi De wi, M.pd. Strategi Pembelajaran, (Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia., Jakarta Pusat 2009). Hal. 64
[3]Oemar Hamalik. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Aksara.Jakarta: 2005Bumi .  hal.32
[4] Purwanti. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar dan Metodologi Pengajaran. Tarsito ,Bandung : 2004. Hal. 176
[6] Loc.cit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar